Taufiqurrahman: Pembangunan Bermartabat Harus Berbasis Spasial

Berita733 Dilihat

Bima, Kabaroposisi, Id– Seiring pertumbuhan penduduk dan kebutuhan masyarakat serta tantangan global pembangunan terus berkembang. Pembangunan bermartabat (Dignified Development) bukan hanya sekedar merencanakan program.

Akan tetapi, menurut Doktor Taufiqurrahman eksistensinya adalah bagaimana masyarakat mendapatkan perlindungan, kesamaan dan memperoleh kehidupan yang layak untuk mencapai kesejahteraannya.

“Pembangunan berbasis spasial emphasize pada pentingnya pertimbangan karakteristik dalam proses perencanaan pembangunan,” jelasnya Jum’at (21/3/25).

Dikatakannya, hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa obyek yang direncanakan memiliki potensi, problem dan kebutuhan yang spesifik, sehingga dalam perencanaannya lebih tepat sasaran dan lebih optimal dalam pengembangan wilayahnya.

“Dalam suatu perencanaan butuh analisa dan kajian secara holistik, bukan hanya sekedar menyusun narasi suatu program. Isu strategis menjadi basic utama dalam penyusunan program,” tambahnya.

Dijelaskannya, perencanaan pembangunan bukan berdasarkan desire, tetapi harus berdasarkan need,” pintanya.

Dalam filosofi Islam “Allah tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Allah akan memberikan apa yang kita butuhkan”, begitupun dengan perencanaan pembangunan dari berbagai sektor harus melihat kebutuhan wilayah secara spasial dalam rangka merumuskan kebijakan pembangunan untuk mengurangi kesenjangan dan mempercepat pembangunan wilayah. (RED)