Petani Sinjai Raup Miliaran Rupiah dari Tanaman Porang,Hikmah Semoga di Bima Mengikuti

Berita898 Dilihat

BIMA, Kabaroposisi, Id__Tanaman porang menjadi komoditas unggulan di Sinjai, Sulawesi Selatan, karena nilai ekonomisnya yang tinggi. Salah satu petani porang di Kecamatan Sinjai Borong, H. Abd Kadir, berhasil meraup keuntungan hingga satu miliar rupiah dari lahan seluas satu hektar, dikutip dari media peduli bangsa Sulawesi Selatan Sinjai Bulukumba.

“Waktu panen umbi porang sekali dalam setahun,” kata H. Abd Kadir saat ditemui di lahannya di Dusun Jennae, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sinjai Borong, Kamis (19/6/2025).

Panen porang di Kecamatan Sinjai Borong berlangsung dari Mei hingga Juni 2025. Tanaman ini melewati dua siklus hidup, yaitu vegetatif (pertumbuhan tunas, akar, dan tunas di atas umbi) dan generatif (munculnya bunga). Di antara kedua siklus tersebut terdapat masa dorman.

H. Abd Kadir, yang mulai menanam porang sejak tahun 2023, mengungkapkan pengalamannya. Pada panen pertama tahun 2023, ia menghasilkan 30 ton porang dengan harga Rp 3.000 per kg, menghasilkan Rp 90.000.000. Namun, pada panen tahun 2025, ia berhasil menjual sekitar 30 ton porang dengan harga Rp 12.000 per kg, menghasilkan Rp 360.000.000. Ia memperkirakan panen hingga akhir Juni akan mencapai 70 ton, dengan total pendapatan sekitar Rp 1 miliar dari lahan seluas satu hektar.

Selama masa panen, H. Abd Kadir mempekerjakan 12 orang dengan upah Rp 100.000 per orang per hari. Ia berharap lebih banyak petani Sinjai tertarik membudidayakan porang karena potensi keuntungannya yang besar terutama rencana pembangunan pabrik porang oleh investor Cina.

Sementara di Bima, NTB, Tokoh pengagas tanaman Porang berharap di daerahnya bisa terwujud juga seperti di Sinjai. Pasalnya, Porang menjadi komoditi baru yang menjanjikan.

“Sebelumnya, dirinya telah berkoordinasi dengan Plt Kadis pertanian. Agar tanaman Porang bisa berkembang pesat di Bima khususnya, NTB umumnya,” katanya.

Dibawah kepemimpinan Ady-Irfan, ini akan mampu menjadi terwujudnya slogan perubahan melalui tanaman Porang di beberapa wilayah sesuai dengan tanahnya.

“Dirinya berharap, ini menjadi target kedepan agar para petani bisa sukses,” harapnya. (RED)