Terkait Tudingan Dana Untuk Proyek Revitalisasi Dikbudpora, Husnul : Itu Hoax

Berita846 Dilihat

BIMA, Kabaroposisi,Id__ Mengenai informasi adanya tudingan pengumpulan dana di beberapa sekolah seperti diunggah di media sosial dilakukan jajaran dinas Dikbudpora kabupaten Bima untuk pengusulan proyek revitalisasi dana APBN itu hoaxs. Hal ini disampaikan Kabid Dikdas Dikbudpora Khusnul, pada media ini, Rabu (20/8) malam hari.

Katanya, tidak ada pengumpulan dan permintaan uang pada satuan pendidikan sebagai cara untuk mendapatkan bantuan rehab dan pembangunan sekolahnya,” ungkap Kabid Dikdas.

“Selama beberapa tahun terakhir usulan bantuan DAK Fisik maupun revitalisasi pada tahun 2025 ini, semuanya bermuara pada validitas pemutakhiran Dapodik yang dilakukan oleh satuan pendidikan,” tambahnya.

Lebih lanjut Khusnul menjabarkan, Proses ini terjadwal per januari hinga 31 maret setiap tahunnya. Dapodik yang valid adalah kunci untuk mendapat bantuan. Mindset ini telah merata dipahami baik di tingkatan dinas pendidikan (Dikbudpora) maupun pada setiap satuan pendidikan.

“Di tahun 2025 Kabupaten bima mendapatkan bantuan revitalisasi sebanyak 39 Satdik tingkat TK,PAUD,SD dan SMP. Saat ini proses pelaksanaan sedang berjalan,” katanya.

Pada kesempatan ini, seluruh kabupaten/kota se Indonesia sedang dalam tahap verifikasi faktual tambahan revitalisasi (revitalisasi tahap 2) bagi satuan pendidikan yang prioritas rusak dan belum tercover Revitalisasi 2025 Tahap 1.

“Jadi tak ada pengumpulan dana, semuanya sesuai aturan yang ada yakni mengusulkan tambahan sesuai permintaan pusat dalam hal ini Kemendikdasmen,” ucapnya.

Semoga dalam proses ini ada tambahan bantuan revitalisasi bagi Satuan Pendidikan Kabupaten Bima, mengingat rata-rata kondisi bangunan Satuan pendidikan mengalami kerusakan parah,” harapnya.

Ditambahkannya lagi, kita ketahui bersama pembangunan dan rehabilitasi satuan pendidikan mengandalkan DAK Fisik, revitalisasi maupun DAU Earmak pendidikan.

Langkah ini merupakan bentuk kepedulian semua pihak terkait untuk merawat dan memperbaiki bangunan satuan pendidikan akan memberi dukungan besar bagi suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)  yang nyaman dan kondusif untuk siswa siswi kita.(RED)