BIMA, Kabaroposisi,Id– Genap delapan bulan kepemimpinan Ady-Irfan, perombakan birokrasi di lingkup pemerintah daerah belum ada dilaksanakan secara definitif. Melihat dari kaca mata ini, proses pembangunan di kabupaten Bima terasa Terhambat. Hal ini disampaikan oleh beberapa pegiat dan pemerhati.
Salah satunya Syamsul Rizal menyampaikan keterlambatan ini akan menghambat proses pembangunan. Hal ini terlihat dari beberapa OPD yang enggan bekerja secara maksimal.
“Kondisi ini, akan sangat memperhatikan bagi kemajuan daerah kita ditengah masa efisiansi serta masa transisi kepemimpinan,” katanya.
Ditambahkannya lagi, belumnya lagi para birokrasi lingkup pemerintah daerah kabupaten Bima terlihat bekerja ngga maksimal karena menunggu nasib mereka.
“Dirinya meminta kepada Bupati dan wakil Bupati Bima untuk segera merombak birokrasi. Pasalnya, juga publik menunggu visi dan misi Ady-Irfan untuk perubahan, paling awal di jajaran birokrasi,” pintanya.
Sebagai pendukung di Pilkada lalu, dinamika ini berdampak di tataran lingkup masyarakat, baik itu tingkat elit maupun masyarakat biasa.
Hal senada disampaikan oleh Jejak Manggila, pemerintah kota Bima telah melakukan rotasi mutasi pejabat. Saat ini, mereka bekerja maksimal dalam membangun kota Bima.
“Kenapa di kabupaten Bima belum,” herannya.
Dari 11 OPD yang lowong saja, itukan bisa dilantik awal. Walaupun kewenangan kembali kepada Bupati. Tapi sebagai pendukung, kami berharap beliau mengunakan tangan besi,” tuturnya.
“Masyarakat menunggu sosok sederhana ini, memakai tangan besi dalam perombakan birokrasi,” ungkapnya.(ReD)
