Selasa Menyapa di Parado, Ini Kata Ady-Irfan

Berita162 Dilihat

Foto: Ady-Irfan Selasa Menyapa di Parado.

BIMA, Kabaroposisi, Id–Selasa Menyapa merupakan program unggulan Ady-Irfan untuk menyapa langsung warga guna menyerap langsung aspirasi dari bawah. Tahun ini akan beda dari tahun tahun sebelumnya, seperti yang berlangsung di Parado.

Puncak kegiatan yakni dialog langsung dengan warga guna menyerap aspirasi. Kegiatan di Parado berlangsung penuh keakraban ini dihadiri langsung Bupati Bima Ady Mahyudi,Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy,jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),unsur Muspika, kepala desa se-kecamatan,serta ratusan warga setempat, Senin (11/5) malam hari.

Di momen ini, kedua pimpinan daerah menyampaikan pesan penting terkait arah pengembangan program dan komitmen pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Ady Mahyudi menyebutkan kehadiran kembali ke Parado menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah menjadikan Selasa Menyapa bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah layanan publik dan penyelesaian masalah warga secara langsung di tempat.

“Tahun kedua ini, kami kembali ke sini karena aspirasi, kebutuhan, dan harapan masyarakat Parado masih menjadi prioritas kami. Program ini berjalan atas prinsip doho sama, nuntu sama, ngaha sama, karawi sama, sambea sama — duduk bersama, berbicara bersama, berjuang bersama, bekerja bersama, dan merasakan hasil bersama,” tegasnya.

Bupati menambahkan, dibanding tahun lalu, pelaksanaan tahun 2026 ditingkatkan cakupan dan kualitasnya. Jika tahun pertama menjangkau 25 desa, tahun kedua diperluas ke 36 desa di 18 kecamatan, termasuk di Kecamatan Parado, dengan layanan yang lebih lengkap, yakni mulai kesehatan gratis, pembuatan dokumen kependudukan, bazar produk UMKM, penyuluhan pertanian dan peternakan, hingga pendampingan pengurusan izin usaha.

“Kami minta seluruh OPD bekerja lebih cepat, lebih tanggap, dan pastikan setiap keluhan warga dicatat, ditindaklanjuti, dan diselesaikan tepat waktu. Tidak ada lagi pelayanan yang berbelit atau masyarakat harus jauh-jauh ke kantor pemerintahan,” ujar Ady Mahyudi.

Sementara itu, Wakil Bupati dr. Irfan Zubaidy mengapresiasi antusiasme warga dan perangkat desa yang sangat mendukung kegiatan ini sejak tahun pertama.

Ia mengingatkan bahwa tahun kedua menjadi tahap penguatan agar program ini berkelanjutan dan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.“Tahun lalu kita bangun fondasi, tahun ini kita perkuat dan perbaiki segala kekurangan.

Di Parado khususnya, kami mencatat banyak usulan terkait perbaikan jalan desa, fasilitas pendidikan, dan pengembangan ekonomi warga. Semua itu sudah kami masukkan dalam rencana kerja dan akan kami alokasikan anggaran bertahap,” jelasnya .

dr. Irfan juga menegaskan, Selasa Menyapa tidak hanya milik pemerintah, tapi milik seluruh warga Bima.Ia mengajak warga untuk aktif berpartisipasi, menyampaikan pendapat,dan ikut menjaga fasilitas yang dibangun. “Kami tidak bekerja sendiri.

Keberhasilan pembangunan di Prado dan seluruh Bima tergantung kerja sama kita semua-pemerintah,tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh warga. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini agar kesejahteraan bisa dirasakan merata,” tambahnya.

Pada kesempatan itu,diserahkan pula bantuan sosial,obat-obatan gratis,serta penyerahan dokumen kependudukan yang sudah selesai diproses langsung di lokasi. Warga pun menyambut gembira kehadiran pemerintah, mengaku sangat terbantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kecamatan atau kabupaten untuk mengurus keperluan administrasi maupun berobat.(Red)