Masalah Klasik, Ketua Gapehani Bima Murka

Berita546 Dilihat

LOBAR, Kabaroposisi, Id–Masalah klasik kelangkaan armada kapal pengangkut kembali menghantui bagi peternak Sapi ke Jabotabek. Seperti di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, di mana puluhan truk tronton bermuatan sapi dari Bima dan Dompu berjejer menunggu nasib untuk bisa menyeberang ke Pulau Jawa.

Naasnya, Pada hari Sabtu sudah 2 ekor sapi dilaporkan meregang nyawa akibat tak kuat menahan sengatan panas dan stres berkepanjangan.

Muziburrahman, Ketua Gabungan Pengusaha Hewan Indonesia (GPHI) Kabupaten Bima, dengan nada getir mengungkapkan bahwa pemandangan miris ini adalah siklus tahunan yang tak kunjung usai, terutama menjelang puncak pengiriman sapi untuk Idul Adha.

“Yang sudah mati ada 12 ekor, karena mungkin cuaca panas dan terlalu lama mengantri di luar. Beberapa peternak juga mengeluh sapinya mulai sakit. Untungnya, tim dokter hewan sudah berkeliling untuk melakukan pemeriksaan dan antisipasi,” ujar Muziburrahman saat ditemui di tengah hiruk pikuk pelabuhan, Sabtu (19/4).

Ia menyayangkan minimnya perhatian dan koordinasi antar instansi pemerintah dalam mengatasi masalah krusial ini. Armada kapal yang tersedia sangat terbatas.

“Armada kapal hanya tiga atau empat unit saja yang secara khusus memuat sapi. Itu pun masih mengutamakan penumpang umum dan kendaraan seperti bus. Truk sapi hanya bisa ikut jika ada sisa ruang di kapal,” keluhnya.

Para pengusaha ternak pun berteriak lantang, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk lebih serius menyiapkan solusi jangka panjang, terutama penyediaan armada laut khusus untuk pengangkutan hewan kurban selama musim Idul Adha. Kondisi kekurangan kapal yang terus berulang ini telah menjadi mimpi buruk yang merenggut potensi keuntungan dan bahkan nyawa ternak.

Ia menambahkan bahwa April ini adalah puncak pengiriman sapi dari NTB, sehingga tekanan terhadap infrastruktur pelabuhan dan armada pengangkut semakin memuncak.

Sementara itu dari Humas Pelindo dikonfirmasi menyampaikan terkait teruk – teruk yg masih parkir di Gilimas situasinya kami pastikan tetap terkendali meskipun antrian banyak. Dan pastinya kami tetap berkoordinasi secara rutin dengan pihak terkait termasuk dengan info kedatangan kapal (plotting) tambatan.
Hasil koordinasi terakhir, semua pihak akan menyesuaikan timing kapan kendaraan harus datang ke pelabuhan dengan jadwal kapal, jadi waktu tunggunya pun tidak terlalu lama

Dimana Pelindo hanya menyediakan fasilitas, terkait dengan kedatangan, jadwal keberangkatan kapal, kapasitas di luar kewenangan pelindo yang selaku pengelola pelabuhan.(RED)