Mobil Tangki Pertamina Terbakar di Sape, Sopir Tewas dan Kerugian Miliaran

Berita179 Dilihat

BIMA, Kabaroposisi, Id__Mobil tangki milik PT Pertamina yang mengangkut 24 ton bahan bakar minyak (BBM) hangus terbakar setelah mengalami rem blong dan jatuh ke jurang di Desa Sari, tepatnya di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, pada Sabtu (13/12/2025) malam. Hal ini dibenarkan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, A Rifai.

Ia memang kecelakaan tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka-luka. Kebakaran mobil tangki Pertamina di jalur lintas Sape-Bima sekitar pukul 19.35 WITA, Sabtu (13/12) malam.

Insiden bermula ketika mobil tangki bernomor polisi tidak disebutkan, bergerak dari arah Kota Bima menuju SPBU Bugis Sape.

Sesampainya di jalan menurun dan menikung tajam di Dusun Jo Rato, Desa Sari, mobil diduga mengalami rem blong.

“Mobil kehilangan kendali, menabrak tebing, lalu jatuh di jembatan desa dan langsung terbakar hebat karena muatannya adalah bahan bakar,” jelasnya.

Satu orang korban meninggal dunia dalam perjalanan saat dievakuasi dari PKM Kecamatan Wawo ke RSUD Bima. Korban meninggal adalah sopir truk, Sahril (40), warga Wadu Mbolo, Rasanae Barat, Kota Bima.

Sementara itu, korban luka-luka adalah kernet mobil, Bima (25), yang juga beralamat di Wadu Mbolo, Rasanae Barat, Kota Bima.

Saat mobil terperosok, sang kernet melompat dari mobil, sedangkan sopir sempat terjebak dalam kemudi mobil.

Proses pemadaman api berlangsung sulit dan memakan waktu berjam-jam. Api yang bersumber dari Bio Solar dan Pertalite sulit dipadamkan hanya dengan air.

Petugas Damkarmat dari Kecamatan Sape, Lambu, dan unit tengki dari Wawo dikerahkan ke lokasi. Total dua unit mobil damkar dan dua unit mobil tengki penyuplai air dikerahkan.

“Karena yang terbakar adalah bahan bakar, kami sempat kesulitan memadamkan. Akhirnya, pemadaman total baru bisa dilakukan setelah satu unit mobil pick-up dari PT Pertamina tiba membawa bantuan bahan pemadam khusus Amonium Sulfat,” terang A Rifai.

Api baru benar-benar berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman pada pukul 00.55 WITA, Minggu dini hari. Akibat kejadian ini, jalur lintas Sape-Bima sempat mengalami kemacetan total dari dua arah hingga proses pendinginan selesai.

Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp2,18 miliar, meliputi satu unit mobil tangki Pertamina yang hangus total beserta muatannya. Kasus kecelakaan ini kini diserahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.(Red)