Foto: Kepala Dinas DLH Kabupaten Bima.
BIMA, Kabaroposisi, Id__ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bima yang baru dilantik oleh Bupati Bima, Ady Mahyudi dengan Berdasarkan SK Bupati Bima nomor: 821.2/285/07.2 Tahun 2026 yakni Sarifudin, ST. MT sebagai Kepala Dinas (Kadis) DLH.
Hari Sabtu (18/4/26) dilantik secara resmi oleh Bupati Bima Ady Mahyudi di Ruang Rapat Utama Aula Kantor Bupati Bima dengan harapan 30 hari kedepannya harus bisa memprioritaskan dan mewujudkan nyatakan program kerja.
Kadis DLH Kabupaten Bima, Syarifudin,ST. MT atau yang lebih tenarnya Syarif Ndae yang dihubungi melalui via Whatsapp (WA), Jum’at 24/04/26 mengatakan bahwa sekarang Kabupaten Bima boleh di katakan daerah Kabupaten Bima darurat sampah dimana sampai dengan sekarang pola masyarakat masih membuang secara tradisional, buang sampah sembarangan, belum mengenal pemilahan sampah organik dan anorganik (plastik), ujarnya.
“Harusnya mulai dari rumah tangga sudah di pilah mana sampah organik dan anorganik, dan sampahnya masih bersifat (bawa_kumpul_buang TPA),”.
Masih dia, adapun usaha saya sebagai Kadis DLH Kabupaten Bima dengan langkah untuk mengatasi sampah dan menjaga lingkungan dimana ada sampah berserakan yakni :
1. Usaha paling sederhana adalah menyadarkan (mensosialisasikan) kepada masyarakat akan pemilahan sampah mulai dari rumah tangga kita Bentuk “Satgas PEDULI SAMPAH” mulai dr RT, RW, MARBOT MASJID, KADES, kecamatan dan seterusnya untuk mensosialisasikan akan pemilahan sampah, sehingga sampah organik dirubah menjadi kompos dan maggot yang terintegrasi dengan peternakan, perikanan menjadi pakan ternak dan pakan ikan,
2. Berusaha mencarikan investor dalam pemanfaatan sampah organik di Kabupaten Bima,
3. Peningkatan kapasitas tenaga kebersihan di tingkat desa, karena di desa ada dana ADD untuk insentif tenaga sampah desa serta melarang masyarakat mengeluarkan sampah di luar jadwal Armada pengangkut sampah, serta pelarangan buang sampah di areal-areal jalan protokol di luar jadwal pengangkutan armada,
4. memenuhi akan sarana dan prasarana sampah, Armada masih kurang, infrastruktur di TPA rusak, penyediaan bak sampah di sekitar pasar tente sehingga masyarakat tidak buang sampah sembarangan. Semoga ada CSR yg peduli akan kebersihan,
5. Keberadaan pemerintah Kabupaten Bima sekarang sangat memprihatikan dengan di terapkan efisiensi Anggaran dari pusat. Daerah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kita di tuntut untuk mencari program yg inovatif supaya keberlangsungan Program bisa berjalan dan
6. Terus memotivasi petugas akan peningkatan pelayanan, jelasnya.(Red)
Atasi Sampah di Bima, Ini Ide Kadis Asal Sila
