RSUD Sondosia Bima Jajaki Kerja Sama dengan UGM untuk Cetak Dokter Spesialis

Berita122 Dilihat

Foto: Rumah Sakit Sondosia.

BIMA, Kabaroposisi, Id— Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sondosia Bima mulai merintis kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mencetak dokter spesialis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di daerah.

Direktur RSUD Sondosia, Dr. Firman, MPH, membenarkan bahwa komunikasi dengan UGM telah dimulai dan saat ini masih berada pada tahap penjajakan.

“Iya, jalan ke sana sudah dan sedang dirintis,” ujar Dr. Firman saat dikonfirmasi, Jumat (26/6).

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan menghadirkan dokter spesialis di RSUD Sondosia, tetapi juga membuka peluang bagi dokter umum asal Kabupaten Bima untuk mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di UGM.

“Belum ada hitam putih kerja sama, tetapi kami sedang membangun komunikasi terkait kebutuhan kerja sama yang diperlukan,” jelasnya.

Peluang paling realistis dan dapat segera diwujudkan saat ini adalah mengirim dokter umum untuk menempuh pendidikan spesialis di UGM, ” ungkap Putra asli Wera ini.

“Kami juga sudah menginformasikan kepada beberapa rekan dokter umum agar memanfaatkan peluang ini,” tambahnya.

Upaya mencetak dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi RSUD Sondosia yang tengah dipercepat Pemkab Bima.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bima menggelar rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy, untuk membahas percepatan program tersebut.

Modernisasi rumah sakit difokuskan pada pembangunan dan peningkatan tiga fasilitas utama, yakni Gedung Utama, Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta Gedung KRIS (Kelas Rawat Inap Standar).

Kepala Seksi Hukum dan Humas RSUD Sondosia, Irfan, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa saat ini tim gabungan yang terdiri dari RSUD Sondosia, Bappeda, Dinas PUPR, BPKAD, dan sejumlah instansi terkait tengah menyelesaikan berbagai dokumen teknis sebagai syarat pengajuan program kepada pemerintah pusat.

“Tim gabungan saat ini sedang menuntaskan berbagai dokumen pendukung yang menjadi persyaratan utama dalam pengajuan program rehabilitasi, revitalisasi, dan modernisasi RSUD Sondosia,” ujarnya. (Red)