BCW Mendesak Presiden Prabowo: Evaluasi Kemenperdag dan Ganti Pimpinan BI NTB Imbas Anjloknya Harga Bawang Merah

Berita161 Dilihat

Bima, Kabaroposisi, Id— Direktur Eksekutif Bima Corruption Watch (BCW), Andriansyah, S.H., menyampaikan desakan resmi dan tegas kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait krisis harga komoditas pertanian yang melanda wilayah Nusa Tenggara Barat, khususnya Kabupaten Bima.

Dalam pernyataan pers yang disampaikan hari ini, Andriansyah meminta Presiden segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kementerian Perdagangan sekaligus memecat atau mengganti pimpinan Badan Industri Perdagangan (BI) NTB yang dinilai gagal menjalankan fungsinya.

“Kami meminta dan mendesak Bapak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kementerian Perdagangan serta mengganti pimpinan BI NTB. Masyarakat petani merasakan pencekikan dan krisis nyata akibat anjloknya harga bawang merah, sementara harga pestisida dan obat-obatan pertanian justru tetap tinggi dan membebani.” — Andriansyah, S.H., Direktur Eksekutif BCW, Jumat (4/9/26).

📌 Fakta dan Latar Belakang

1. Harga bawang merah anjlok drastis — Hasil pantauan BCW di lapangan menunjukkan harga jual bawang merah di tingkat petani jatuh jauh di bawah biaya produksi. Petani terpaksa menjual dengan harga yang tidak menguntungkan, bahkan merugi, sehingga menimbulkan tekanan ekonomi yang berat bagi rumah tangga petani di Bima dan wilayah NTB lainnya.

2. Harga sarana produksi tetap tinggi — Berkebalikan dengan harga hasil panen, harga pestisida, obat-obatan pertanian, dan kebutuhan sarana produksi lainnya justru berada pada tingkat yang mahal. Kondisi ini semakin memperburuk posisi tawar dan kemampuan ekonomi petani.

3. Kegagalan pengawasan dan kebijakan — BCW menilai Kementerian Perdagangan beserta BI NTB tidak mampu menjalankan fungsi pengendalian harga, penyeimbangan pasar, dan perlindungan terhadap petani. Tidak ada kebijakan konkret yang mencegah jatuhnya harga di tingkat petani maupun menekan harga sarana produksi yang melambung.

📢 Desakan Resmi BCW

– ✅ Lakukan evaluasi kinerja menyeluruh terhadap Kementerian Perdagangan terkait kebijakan dan pengawasan stabilitas harga komoditas pertanian di daerah.

– ✅ Pecat dan ganti pimpinan BI NTB yang dinilai tidak mampu menciptakan iklim perdagangan yang sehat, adil, dan menguntungkan petani.

– ✅ Ambil kebijakan darurat untuk menstabilkan harga bawang merah pada tingkat yang layak dan menutupi biaya produksi petani, serta menekan harga pestisida dan obat-obatan pertanian agar lebih terjangkau.

Andriansyah menegaskan bahwa desakan ini disampaikan sebagai bentuk pengawasan masyarakat agar lembaga negara bertanggung jawab atas tugas pokok dan fungsinya, serta melindungi kepentingan rakyat, khususnya petani yang menjadi tulang punggung pangan daerah.(Red)