Mahasiswa UNY Dampingi Pengembangan Produk Singkong di Desa Wisata Sumberagung Moyudan

Berita89 Dilihat


Yogyakarta, Kabaroposisi, Id—Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) turut mendampingi kegiatan Pengembangan Desa Wisata di Desa Wisata Sumberagung, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa sebagai asisten narasumber Hadratiningsih tersebut menyasar kelompok pengelola desa wisata dengan fokus pada pengembangan produk pangan lokal berbahan dasar singkong ketan.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 tentang pengentasan kemiskinan, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Pendampingan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk kuliner yang memiliki nilai tambah dan peluang ekonomi. Dalam pelaksanaannya, Hadratiningsih bersama mahasiswa memberikan materi dan praktik pengolahan singkong ketan menjadi berbagai produk, di antaranya donat singkong, bolu lapis singkong, dan keripik singkong balado hijau.

Peserta didampingi secara langsung mulai dari tahap persiapan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian produk. Selain teknik produksi, kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai sanitasi dan pengemasan agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, menarik, dan mampu bersaing di pasar. Kegiatan berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan narasumber, mahasiswa, dan kelompok pengelola desa wisata.

Kegiatan tersebut menghasilkan pengetahuan dan keterampilan baru bagi peserta dalam mengembangkan singkong sebagai produk pangan bernilai jual. Pengolahan singkong menjadi berbagai produk kuliner membuka peluang diversifikasi usaha dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di lingkungan desa dapat mendorong penggunaan sumber daya lokal secara optimal serta mengurangi potensi bahan pangan terbuang. Inovasi tersebut juga berpotensi mendukung pengembangan produk khas Desa Wisata Sumberagung yang dapat dipasarkan sebagai oleh-oleh maupun kuliner bagi wisatawan.

Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 1 melalui peluang peningkatan pendapatan, SDG 8 melalui pengembangan usaha masyarakat, dan SDG 12 melalui pemanfaatan serta pengolahan pangan lokal secara lebih bertanggung jawab.

Ke depan, kelompok pengelola Desa Wisata Sumberagung diharapkan dapat melanjutkan pengembangan produk berbasis singkong secara konsisten. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui penambahan variasi produk, peningkatan kualitas dan desain kemasan, penerapan standar kebersihan, serta perluasan pemasaran. Keberlanjutan program diharapkan mampu menjadikan olahan singkong tidak hanya sebagai produk pangan, tetapi juga sebagai bagian dari identitas kuliner Desa Wisata Sumberagung yang dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat. (Red)