Penarikan Uang Sejumlah Kasek Di Wera Hoax

Berita856 Dilihat

Bima, Kabaroposisi, Id– Setelah beredarnya surat terbuka serta ramai diperbincangkan di dunia maya adanya dugaan pungutan kepada para kepala sekolah di wilayah kecamatan Wera oleh teamses Ady-Irfan, dengan jumlah yang bervariasi itu hoax. Hal itu dibantahkan keras Sekretaris team pemenangan Mahyudin dihubungi media ini, mengungkapkan itu fitnah, Minggu (7/4).

“Dalam surat terbuka disebutkan jumlah uang yang ditarik dari kepala sekolah bervariasi, ada yang 50, 75 hingga 100 juta / kepala sekolah yang ada di Wera. Itu mana mungkin, apalagi mereka ini kasek yang menjabat saat kekuasaan IDP-Dahlan,” ucapnya.

Dikatakannya dengan tegas, Ini sangatlah rugi bagi Pemerintah yang bak seumur Jagung dipimpin Ady-Irfan. Inikan pola lama, siapa para kasek yang berani kasih uang segitu, ayo saya tantang kebenarannya dengan nama nama yang disebut, Saya asli Wera kenal kok,” tuturnya.

“Adanya Issue seperti ini, yang mungkin saja sengaja di mainkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab terhadap ucapannya. Pasalnya selama ini, kami tidak pernah dengar Bupati dan Wakil menginstruksikan kepada semua orang termasuk kepada Timsesnya untuk meminta dan atau menjanjikan sejumlah jabatan penting,” tambahnya.

Bahkan berbanding terbalik, siapa yang percaya teamses yang menjanjikan jabatan, jangan dipercaya seperti disampaikan Bupati dan Wakil Bupati pada kegiatan Safari Ramadhan lalu di Wera dan Ambalawi.
“Sebagai teamses, kami juga menolak adanya pungutan seperti ini. Apalagi kami tau jelas mereka mereka itu lawan politik kami dulu,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh politisi Wera, ini hanya hoax dan ingin mencederai kepemimpinan Ady-Irfan. Apalagi mereka itu secara jelas pelaku lama dimasa kepemimpinan terdahulu.

“Jangan mencederai daerah Wera dengan isu isu tak benar. Pada intinya Ady-Irfan jabatan tanpa mahar. Jikalau ada ulah ulah perseorangan, itu juga bukan perintah Bupati dan Wakil Bupati Bima. Jadi, isu isu miring ini sengaja dimainkan untuk melemahkan visi dan misi kepemimpinan Ady-Irfan,” tegasnya.

Sementara di lain tempat, Bupati Bima tak mau membahas ini. Itukan sengaja dimainkan, apalagi kepemimpinan kami baru seumur jagung belum 100 hari. Masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting untuk dikerjakan.

“Intinya, profesional berintegritas serta tanpa mahar jabatan yang akan dilantik,” terangnya.(RED)