SMAN 1 Madapangga Nasional Masuk Peringkat Ke 708, Di Bima Sabet Sekolah Predikat Tertinggi

Berita279 Dilihat

Bima, Kabaroposisi, Id__ Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), SMAN 1 Madapangga berhasil mengukuhkan posisinya sebagai sekolah dengan capaian prestasi tertinggi di tingkat Kabupaten Bima. Ini kabar membanggakan bagi dunia pendidikan di kabupaten Bima.


Informasinya, dari total 9.260 SMA di seluruh Indonesia, SMAN 1 Madapangga sukses menembus peringkat 708 Nasional. Raihan ini menempatkan sekolah tersebut di posisi puncak (Urutan 1) untuk skala kabupaten, melampaui sekolah-sekolah unggulan lainnya di wilayah tersebut.


Kepala SMAN 1 Madapangga, I Putu Budiarta, S.Pd M.Pd., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian kolektif ini. Menurutnya, hasil ini merupakan buah manis dari kerja keras seluruh elemen sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga dukungan orang tua.


“Alhamdulillah, pencapaian ini adalah kado istimewa bagi seluruh keluarga besar SMAN 1 Madapangga. Berada di peringkat pertama tingkat kabupaten dan urutan 708 nasional dari ribuan sekolah bukanlah hal yang mudah. Ini membuktikan bahwa siswa-siswi kita mampu bersaing di kancah nasional,” ujar I Putu Budiarta.


Berdasarkan data yang beredar, berikut adalah posisi tiga besar SMA dengan prestasi tertinggi di Kabupaten Bima. Yakni
SMAN 1 Madapangga peringkat 1 Kabupaten (Peringkat 708 Nasional), SMAN 1 Woha peringkat 2 Kabupaten (Peringkat 1049 Nasional) dan SMAN 1 Bolo peringkat 3 Kabupaten (Peringkat 1240 Nasional).


I Putu Budiarta menambahkan bahwa prestasi ini tidak lantas membuat pihak sekolah berpuas diri. Ia berharap capaian ini menjadi motivasi tambahan untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan pembinaan ekstrakurikuler di masa mendatang.


“Target kami ke depan adalah terus memperbaiki peringkat nasional. Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun berada di daerah, kualitas pendidikan dan potensi siswa kita tidak kalah dengan sekolah-sekolah di kota besar,” pungkasnya.


Pencapaian ini diharapkan dapat memicu semangat kompetisi yang sehat di antara sekolah-sekolah lain di Nusa Tenggara Barat (NTB) demi kemajuan pendidikan daerah. (Red)