Foto: Drs Taufiqurrahman.
Bima, Kabaroposisi, Id__ Salah satu komponen yang mempengaruhi kualitas lingkungan adalah sampah. Isu sampah merupakan isu krusial dan sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Demikian disampaikan Sekdis Perhubungan Drs Taufiqurrahman.
Berdasarkan isu pembangunan berkelanjutan paling strategis di Kabupaten Bima, yaitu belum optimalnya pengelolaan persampahan dan air limbah.
Menurut dia, hal diatas merupakan isu paling strategis ke-2 dari 6 isu pembangunan berkelanjutan paling strategis.
Selain itu, permasalahan sampah di Kabupaten Bima masih belum teratasi dengan baik. Hal ini disebabkan karena pengelolaan sampah masih konvensional, yaitu end-of-pipe. Pola ini dinilai tidak berkelanjutan karena hanya menyebabkan penumpukan sampah.
Sementara itu, hasil audit BPLH KemeLH, timbulan sampah di Kabupaten Bima per Desember 2025 sebesar 244,61 ton/hari, dengan sampah yang dikelola sebanyak 3,59 ton/hari atau 1,47% dan sampah yang belum dikelola sebesar 98,53%, dengan praktek open dumping, sehingga memperparah kualitas lingkungan.
Program “SAKAKA RASA” akan menjadi salah satu solusinya. SAKAKA RASA adalah akronim dari sadar aksi kolaborasi antara kelompok untuk reduksi sampah.
Pengelolaan sampah di Kabupaten Bima perlu dilakukan dengan sistem yang terintegrasi yang berfokus pada keberlanjutan, pengurangan limbah pada sumbernya, dan Konvensi sampah menjadi energi atau produk bernilai (waste to energy). Pendekatan ini mengutamakan desentralisasi, tekhnologi ramah lingkungan dan partisipatif aktif semua komponen masyarakat.
Berdasarkan analisa dengan pendekatan collaborative Governance ada 5 komponen yang ikut terlibat dalam melakukan kolaborasi pengelolaan sampah, dan berdasarkan analisa SWOT ada 13 langkah strategis dalam mereduksi sampah.
Ada 2 langkah kunci dalam program SAKAKA RASA, yaitu:
1. Kolaborasi antara kelompok dalam pengelolaan sampah; Langkah ini dilakukan agar pemerintah dan stakeholder berpartisipatif secara komprehensif dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah sesuai dengan tugas dan tanggungjawab nya
2. Reduksi sampah berkelanjutan; Langkah ini dilakukan agar sampah yang sampai ke TPS bisa dikurangi.
Pemanfaatan inovasi dan teknologi dengan pengolahan pada sumbernya, yaitu daur ulang sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis menjadi important point.(Red)
Program “SAKAKA RASA” Solusi pengelolaan sampah di Kabupaten Bima
