Sosok Perancang Kantor Bupati Bima, Birokrasi Cerdas Layak Dipakai Untuk Kemajuan Daerah

Berita141 Dilihat

Foto: Dr Taufiqurrahman.

BIMA, Kabaroposisi, Id__ Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si merupakan tokoh di balik rancangan Kantor Bupati Bima pada masa pemerintahan H. Syafrudin H.M. Nur, yang membuktikan kontribusi nyata putra asli Sape ini dalam infrastruktur daerah.

Dimana latar belakang Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si memiliki latar belakang pendidikan yang sangat linear dan prestisius, yakni S2 Perencanaan Lingkungan dari UGM dan S3 Ilmu Lingkungan dari Universitas Brawijaya dengan predikat Cum Laude (IPK 3,94).

Pemerhati dan pengiat Usrah SH menjelaskan bahwa sosok ini layak diangkat agar bisa membantu daerah sesuai dengan slogan perubahan Bima bermartabat.

Kita ketahui bersama saat ini beliau mengabdikan diri sebagai Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Bima. 

Selain di birokrasi, beliau aktif sebagai tim pakar kelayakan lingkungan hidup, yang menunjukkan bahwa keilmuannya diterapkan langsung dalam kebijakan pembangunan daerah.

Menurut Usrah, kehadiran sosok dengan kualifikasi akademik setingkat doktor di jajaran pemerintahan daerah tentu menjadi aset penting bagi perencanaan pembangunan Bima yang lebih berbasis data dan ramah lingkungan.

Sosok yang kita bicarakan kali ini adalah manifestasi dari kepemimpinan yang kolaboratif—seorang figur yang mampu menjembatani antara regulasi yang kaku dengan realitas sosial yang dinamis di lapangan.

Selain itu, sosok Dr. Taufiqurrahman, ST., M.Si. sebagai seorang akademisi di UNSWA Bima, saya melihat ada benang merah yang kuat antara teori manajemen yang kita ajarkan di ruang kuliah dengan praktik yang dijalankan oleh beliau.

Salah satu aspek yang paling menonjol adalah kemampuannya dalam melakukan analisis kelayakan lingkungan hidup dalam setiap kebijakan infrastruktur. Beliau memahami bahwa kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan keberlanjutan ekologi bagi generasi mendatang.

Di tingkat akar rumput, kehadiran sosok ini dirasakan melalui kebijakan-kebijakan yang inklusif. Baik itu dalam penataan arus lalu lintas yang lebih manusiawi maupun dalam merespons cepat keluhan masyarakat terkait fasilitas umum.

Ketegasan yang dibalut dengan kerendahan hati menjadikannya figur yang disegani sekaligus dicintai oleh staf maupun kolega di lintas instansi. (Red)