APKLI Kota Mataram Deklarasikan Aksi Damai Jelang May Day, Salurkan Aspirasi tanpa Anarki

Berita97 Dilihat

Foto: APKLI Kota Mataram.

MATARAM, Kabaroposisi, Id__Puluhan anggota Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar deklarasi damai di Eks Bandara Selaparang, Kecamatan Selaparang, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah sekaligus ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang dan saat peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Hari Pendidikan Nasional, serta hari besar lainnya.

Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua APKLI Kota Mataram, Syahidin. Dalam kegiatan itu, peserta membawa sejumlah spanduk bertuliskan ajakan damai, di antaranya “Deklarasi Damai APKLI Kota Mataram, Salurkan Aspirasi tanpa Anarki, Rayakan Hari Buruh dengan Kegembiraan dan Kebersamaan” serta “Deklarasi Damai APKLI Kota Mataram, Sampaikan Aspirasi dengan Ilmu, Bukan Amuk, Aksi Cerdas Suara Berkualitas”.

Syahidin menegaskan, APKLI berkomitmen menjaga stabilitas dan keamanan selama momentum May Day. Menurutnya, penyampaian aspirasi tidak harus dilakukan dengan cara-cara yang merugikan.

“Perjuangan ekonomi dan penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara damai, tanpa anarki, serta mengedepankan kebersamaan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pedagang kaki lima merupakan bagian dari penggerak ekonomi yang cerdas dan beradab. Oleh karena itu, perjuangan yang dilakukan harus berbasis data, dialog, dan solusi, bukan kekerasan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa aksi cerdas dengan suara berkualitas jauh lebih bermakna daripada tindakan anarkis,” katanya.

Syahidin turut mengajak seluruh anggota APKLI dan masyarakat untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ajang mempererat persaudaraan, serta menyampaikan aspirasi secara elegan demi terwujudnya Kota Mataram yang maju dan berbudaya.

Usai deklarasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis 53 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan anggota APKLI, yakni Winarti dan Ismail Marzuki. Selanjutnya, kartu BPJS tersebut dibagikan kepada anggota lainnya.