Mahdalena Perjuangkan 350 Kuota Beasiswa KIP Kuliah untuk Mahasi

Berita708 Dilihat

Foto: Anggota DPR RI Hj Mahdalena.

BIMA, Kabaroposisi, Id— Anggota DPR RI sekaligus Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKB di Komisi VIII DPR RI, Hj. Mahdalena, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat melalui Program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di bawah koordinasi Kementerian Agama RI.

Untuk Tahun Akademik 2026–2027, Hj. Mahdalena memperjuangkan alokasi sekitar 350 kuota Beasiswa KIP Kuliah, yang terdiri atas 250 kuota bagi mahasiswa baru di Universitas Islam Negeri (UIN) dan 100 kuota bagi mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Program tersebut diperuntukkan bagi calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki potensi akademik dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Beasiswa KIP Kuliah diprioritaskan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi dan diterima pada program studi dengan besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk program studi dengan UKT sekitar Rp2,4 jutaan ke bawah per semester atau mengikuti standar UKT yang ditetapkan masing-masing UIN.

Hj. Mahdalena menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara dan tidak boleh terhambat oleh kondisi ekonomi.

“Program ini merupakan bagian dari ikhtiar untuk memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda dalam mengenyam pendidikan tinggi. Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan mampu membawa kemajuan bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Selain menanggung biaya pendidikan, penerima Beasiswa KIP Kuliah juga memperoleh bantuan biaya hidup selama menjalani perkuliahan. Setiap mahasiswa penerima beasiswa mendapatkan bantuan sebesar Rp13.200.000 per tahun atau Rp6.600.000 per semester, sesuai dengan ketentuan program yang ditetapkan pemerintah.

Menurut Hj. Mahdalena, kehadiran program tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi lulusan madrasah maupun sekolah umum untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi tanpa terbebani persoalan biaya.

Ia juga mengajak seluruh calon mahasiswa yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Selain itu, peningkatan akses terhadap pendidikan tinggi merupakan salah satu langkah strategis dalam menciptakan generasi yang berkualitas, berintegritas, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional, ” tambahnya.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Hj. Mahdalena dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang pendidikan, sehingga semakin banyak generasi muda Indonesia yang memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi.(Red)